
Terbaru

Aburizal, Akbar dan Kalla Akan Kumpul di Rumah Habibie
Ditulis oleh
Sang Admin
16 Mei 2012
JAKARTA - Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) Aburizal Bakrie (Ical) melakukan konsolidasi ke beberapa tokoh senior Golkar. Rencananya, Ical akan bertemu dengan Akbar Tandjung, Jusuf Kalla (JK) dan BJ Habibie.
"Pertemuan itu berlangsung pada 9 Juni 2012 di kediaman Pak BJ Habibie. Pertemuan itu nantinya juga akan didampingi oleh beberapa petinggi DPP Partai Golkar," ujar Wasekjen Partai Golkar, Nurul Arifin saat dihubungi, Rabu (16/5/2012).

Golkar Belum Bahas Kandidat Cawapres Pendamping Aburizal
Ditulis oleh
Sang Admin
16 Mei 2012
JAKARTA - Meski sudah menetapkan Aburizal Bakrie (Ical) sebagai capres, sampai saat ini Partai Golkar belum memiliki kandidat cawapres.
Sekretaris Fraksi Partai Golkar Ade Komaruddin mengatakan, sampai saat ini Partai Golkar belum membahas mengenai Cawapres yang akan mendampingi Ical di 2014. "Kalau Cawapresnya hemat saya jangan sekarang, tapi kriterianya seperti apa silahkan, kalau orangnya jangan dulu," ujar Ade di Gedung DPR, Senayan, Rabu (16/5/2012).

Jusuf Kalla: Aburizal Harus Kerja Keras
Ditulis oleh
Sang Admin
16 Mei 2012
JAKARTA - Politisi senior Partai Golkar, Jusuf Kalla, menyarankan Aburizal Bakrie atau Ical harus bekerja keras saat kampanye jika menjadi capres dan bertarungan dalam Pilpres 2014.
Sebab, perebutan kursi RI 1 lebih berat dibandingkan perebutan posisi capres dari partainya sendiri. "(Ical) harus bekerja keras untuk kampanye, karena menjadi capres dengan menjadi presiden itu berbeda," kata Kalla di kediamannya, Jakarta, Selasa (15/5/2012).
Pendapat
Buruh dan Pengusaha Harus Bersatu
Ditulis oleh
Ali Wongso Sinaga
03 Mei 2012
Hari Buruh Sedunia (May Day) 2012 telah berlalu. Namun, itulah momentum tepat untuk merefleksikan perjuangan bagi perbaikan kesejahteraan buruh Indonesia saat ini. Sebagai bagian dari warga bangsa, kesejahteraan buruh masih jauh dari harapan, baik dari sisi upah maupun jaminan sosial sehingga perlu ditingkatkan.
Potensi Kenaikan Harga BBM dan Eskalasi Persoalan
Ditulis oleh
Bambang Soesatyo
04 April 2012
Alih-alih menyelesaikan masalah, keputusan sidang paripurna DPR akhir pekan lalu justru mengeskalasi persoalan. Rakyat kembali terperangkap dalam ketidakpastian, sementara kerusakan harga di pasar kebutuhan pokok semakin sulit diperbaiki. Bukan hanya isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang membuat rakyat tidak nyaman.
Ketika Golkar Kontrol DPR
Ditulis oleh
Syamsuddin Haris
04 April 2012
Sulit dibantah,Partai Golongan Karya (Golkar) menjadi “pemenang” pemungutan suara Sidang Paripurna DPR yang berlangsung pada Sabtu dini hari pekan lalu. Mayoritas anggota DPR menyetujui opsi penambahan ayat (6a) dalam Pasal 7 UU No 22 Tahun 2011 tentang APBN Perubahan 2012 dalam sidang paripurna, Jumat (30/3/2012). Apa dampaknya bagi Partai Demokrat dan Setgab Koalisi?
Posdaya dan Pencegahan Disabilitas
Ditulis oleh
Haryono Suyono
12 Maret 2012
Proses disabilitas atau kecacatan dimulai dari keadaan keluarga yang miskin, tidak memadai atau akibat kecelakaan yang terjadi pada keluarga bersangkutan. Menyadari hal ini, sesuai amanat UU No 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial, sejak beberapa waktu lalu Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS), berusaha mengembangkan pemberdayaan sebagai upaya dini mencegah atau mengurangi terjadinya disabilitas melalui upaya pengentasan kemiskinan secara besar-besaran.
Matinya Kewirausahaan Masyarakat
Ditulis oleh
Fedel Muhammad
01 Maret 2012
1 komentar
Kabar bahwa pemerintah akan mengimpor 500 ribu ton garam (sebenarnya 2,1 juta ton, yang terdiri dari garam konsumsi sebanyak 500 ribu ton dan garam industri 1,6 juta ton) sungguh mengagetkan. Ini langkah yang susah dipahami dengan akal sehat di tengah upaya serius Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengembangkan program Pugas (Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat).
Memperlihatkan 5 dari 562 komentarSelengkapnya
Suatu pelajaran politik yang sangat berharga dari pemilu prancis dan pilkada di jerman. Salah satu contoh kepemimpinan simpatik yang menang atas pemimpin yang hanya mementingkan kaum elit dan berkuasa. Lihat lebih lanjut di
http://www.golkar.or.id/blog/kemenangan-pemimpin-yang-rendah-hati-kasus-...
Slah satu kutipan "(Sepertinya kalau pemimpin sering ragu ini bisa jadi indikator kalau pola fikirnya penuh intrik)."
meski berat, perjuangan segera dimulai demi kemenangan pasangan H. Morkes Effendi, S.Pd, MH dalam PILKADA GUBERNUR KALBAR, tetap semangat dan bersatu, rapatkan barisan "BANGKIT MELAWAN" segala macam diskriminasi, kesombongan penguasa, kemiskinan dan kebodohan
Partai yang sudah membuktikan lebih dari 3 dasawarsa membangun bangsa dan negara ini , cuma GOLKAR, konsep membangun dan sasaran yang dicapai jelas melalui tahapan pembangunan lima tahun yang terencana dan terealisasi dengan baik, bukan sekedar janji-janji tapi terbukti hasilnya bisa dirasakan oleh seluruh bangsa Indonesia




