Media

 
Ketua Umum Golkar Kunjungi PM Singapura
news-image
Ditulis oleh editor 19. Mei 2012 - 11:15

JAKARTA – Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie dan sejumlah pengurus Dewan Pimpinan Pusat Golkar berkunjung ke kantor Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong di Singapura, Jumat, 18 Mei 2012.

Aburizal mengapresiasi pemerintah Singapura atas kerja sama dan hubungan yang terus membaik dengan Indonesia di berbagai bidang. Mantan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat itu juga menjelaskan situasi politik dan ekonomi di tanah air kepada PM Loong.

Tak lupa Aburizal mengutarakan tentang posisi Partai Golkar yang menurutnya terus menguat di Indonesia belakangan ini. Wakil Ketua Umum Golkar Theo Sambuaga dan Fadel Muhammad, serta Juru Bicara Golkar Nurul Arifin dan Tantowi Yahya, juga hadir dalam kesempatan ini.

Selain itu, Golkar dan PM Singapura juga membahas mengenai beberapa isu aktual di tanah air, termasuk soal penundaan rencana kenaikan harga bahan bakar minyak, parliamentary dan presidential threshold dalam UU Pemilu di Indonesia, serta majunya Aburizal sebagai calon presiden Partai Golkar.

Jubir Partai Golkar Tantowi Yahya menjelaskan, secara khusus PM Loong memuji peran Indonesia di kawasan Asia Tenggara maupun di dunia. “Loong mengatakan, Singapura dan negara-negara ASEAN lain berkepentingan membuat Indonesia besar dan kuat, karena dampaknya juga akan dirasakan oleh seluruh anggota ASEAN,” paparnya dalam rilis pers yang diterima VIVAnews, Sabtu, 19 Mei 2012.

Sebelum pertemuan dengan PM Loong, Aburizal telah lebih dulu bertemu dengan Menteri Luar Negeri dan Hukum Singapura, K. Shanmugam. Keduanya mendiskusikan isu kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Singapura, soal perjanjian ekstradisi, dan pertukaran pelajar.

Shanmugam menyatakan, kunjungan ketua partai seperti yang dilakukan oleh Aburizal terhitung penting untuk memuluskan hubungan antarkedua negara. Aburizal sendiri memang aktif melakukan kunjungan persahabatan ke luar negeri. Sebelum ke Singapura, ia sudah lebih dulu berkunjung ke China, Thailand, dan Amerika Serikat.

Sumber: VIVAnews